Aku kumal tanpa belaimu
Tubuhku kecil dekil
Yang rindu sentuhan jarimu nan mungil
Yang menyeka tiapku berduka
Yang tertawa kala kubahagia ...
Ayah ...
Aku dingin, di mana kau yang selalu menyelimutin
Kekar lenganmu adalah sandaran
Jika ku letih atau kesusahan
Rejekimu yang kumakan
Kini ...
Ku mengadu di nisan sepi
Dinginku hangatkan sendiri
Sakitku meratap sunyi ...
Ayah ... Ibu
Betapa sombong duniakan diri
Tak kenal lapar
Yang kukenyangkan dengan mata nanar
Pada dua nisan aku berpesan
Betapa perih hidup kesendirian
Ada pinta yang tak bersuara
Ya Allah pertemukan kami kembali di surga
Akulah si anak yatim juga piatu
Terbasahnya nisan kalian karna airmataku
Ayah ... Ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar